🦘 Model Kandang Ayam Broiler Modern

AyamBroiler Kandang Close House dijambi kapasitas 10.000 ekor umur 15 hari Bobot 570 gram / ekor. Simakulasan dibawah berikut ini ya sobat : Contents [ hide] 1 Pemilihan Indukan Berkualitas. 1.1 Ciri-ciri Induk Pejantan Berkualitas. 1.2 Ciri-ciri Induk Betina Berkualitas. 2 Kandang Ayam Brooding/box. 3 Kandang Box Ayam Jago Birma. 4 Kandang Umbaran Indukan Ayam Birma. 5 Manfaat Sistem Kandang Ini. genetikayam ras saat ini, yakni ayam dengan strain-strain modern dengan tingkat pertumbuhan yang cepat bila dibandingkan dengan strain-strain ayam tempo dulu. Sementara itu, pengetahuan sebagian peternak akan juga memberikan peluang pada renovasi atau rekonstruksi kandang ayam broiler dan layer model terbuka ke model tertutup. Berikutini adalah contoh gambar kandang ayam bangkok dan kandang ayam petelur umbaran sederhana namun tetap terkesan minimalis dan modern, serta tetap memperhatikan kesejahteraan ayam-ayam peliharaan itu sendiri, cukup simple bahkan ada yang hanya terbuat dari kayu, kawat dan bambu. a. Kandang Ayam Minimalis Kandang minimalis Panduanbudidaya berternak ayam broiler, teknik manajemen pemeliharaan kandang ayam kampung, bibit, ransum pakan, vaksinasi, pengobatan penyakit ayam 1980-1989 ditetapkan kebijakan Keppres No. 50 tahun 1981 tanggal 2 Nopember 1981 tentang pembinaan usaha peternakan ayam broiler modern. Kepres tersebut merupakan suatu upaya restrukturisasi TernakAyam di 19.46 BISNIS AYAM PETELUR, Kandang Broiler Modern - Ayam broiler atau yang disebut juga ayam ras pedaging merupakan ayam jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. 3 Kandang Ayam Modern Atau Close House. 4. Contoh Kandang Ayam. Seiring perkembangan zaman adalah bermacam-macam kandang pada peternak yang dapat kita jumpai diantaranya kandang ayam modern dan sederhana, yang dimana di kandang sederha terdapat jenis kandang open panggung dan postal, lalu di bagi kembali menjadi kandang tingkat dan satu lantai. Bagiyang berminat mengunakan jasa kami siap melayani dengan sebaik-baiknya. Silahkan kontak kami: Call: 081213344443. Wa: 085770006555. Bbm: Pin:57E3FC5A. Contoh kandang Closed House Dan Biayanya: Perkembangan dunia perunggasan di bidang peternakan merupakan yang terdepan jika dibandingkan dengan komoditas lainnya. DesainModern Broiler Unggas Rumah H Type Daging Pemeliharaan Sistem Broiler Kandang Ayam Kandang , Find Complete Details about Desain Modern Broiler Unggas Rumah H Type Daging Pemeliharaan Sistem Broiler Kandang Ayam Kandang,Modern Kandang Ayam,Kandang Ayam Peternakan Unggas,Kandang Ayam from Animal Cages Supplier or Manufacturer-Qingdao Retech Farming Technology Co., Ltd. 8paYCAR. Kandang merupakan salah satu komponen yang ikut menentukan keberhasilan usaha peternakan. Jika pembangunan kandang dirancang dengan baik, kandang tersebut bisa mempengaruhi performa ayam ke depannya. Contohnya, ketika kandang dibuat terlalu lebar > 7 meter, padahal lebar kandang yang direkomendasikan tidak lebih dari 7 meter. Imbasnya kenyamanan ayam akan terganggu karena semakin lebar kandang, ayam akan semakin sulit mendapatkan udara segar akibat sirkulasi atau pergerakan udara yang lambat. Jika sudah seperti ini, peternak tidak mungkin membongkar kandang dan membangun ulang, melainkan harus mengeluarkan uang lebih untuk menambahkan kipas angin fan. Selain perencanaan kandang, peternak juga perlu menyediakan peralatan kandang “sekomplit” mungkin agar semua kebutuhan ayam, terutama ransum dan air minum, bisa dipenuhi dengan baik. Kenyamanan Sebagai Kunci Awal Perencanaan Pembangunan Kandang Pada prinsipnya, kandang yang baik adalah kandang yang sederhana, biaya pembuatannya murah, dan memenuhi persyaratan teknis Martono, 1996. Namun dari semua unsur itu, intinya kandang harus dibuat senyaman mungkin untuk ayam. Kandang yang nyaman adalah kunci utama untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas yang optimal. Di dalam pembangunan kandang ayam ini semua kebutuhan untuk tumbuh harus tersedia, di antaranya ransum dan air minum yang cukup serta berkualitas, sistem ventilasi udara yang baik, serta suhu dan kelembaban udara yang optimal. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mendirikan atau pembangunan kandang, antara lain menyangkut Jenis usaha Kandang yang akan dibangun harus disesuaikan dengan jenis ternak, apakah ternak ayam potong/pedaging, ayam petelur, atau jenis ayam lainnya. Skala usaha Semakin besar skala usaha, maka semakin banyak dan luas pula kandang yang harus dibangun. Modal Modal yang tersedia akan berpengaruh terhadap jenis bahan bangunan yang digunakan, tipe kandang, besar kandang, konstruksi, dan skala usaha. Memilih Lokasi yang Tepat Pemilihan lokasi kandang yang tepat merupakan “pondasi awal” untuk membangun peternakan yang baik dan nyaman. Dalam pemilihan lokasi ini hendaknya mempertimbangkan Kondisi suhu dan kelembaban lingkungan apakah sesuai untuk karakter ayam yang mudah mengalami heat stress stres panas. Topografi dan tekstur tanah serta sumber air. Luas lahan yang disesuaikan dengan target pengembangan peternakan. Akses transportasi dan instalasi listrik. Jarak dengan pemukiman warga, baik saat ini maupun alokasi wilayah tersebut di masa mendatang. Perizinan Usahakan ada bukti resmi tentang pembangunan peternakan untuk menghindari penggusuran atau penutupan peternakan. Perizinan ini meliputi surat persetujuan dari masyarakat sekitar, rekomendasi dari desa, izin pemerintah kota atau kabupaten, izin mendirikan bangunan dan AMDAL, surat izin usaha dan surat izin gangguan Hinder Ordo-nantie/HO. Jarak dengan peternakan lain Environmental Code of Practice for Poultry Farm in Western Australia 2004 mempersyaratkan jarak antar peternakan hendaknya minimal 500 m. Namun di Indonesia, di mana kandang kebanyakan menggunakan sistem open house kandang terbuka, direkomendasikan jarak antar peternakan minimal 1 km. Menentukan Skala Usaha/Populasi Ayam Setelah mendapatkan lokasi yang strategis, bagaimana menentukan kapasitas kandang ayam yang tepat? Kapasitas kandang sebaiknya ditentukan sesuai standar kepadatan ayam dewasa yang ideal, yaitu 15 kg/m2, atau setara dengan 6-8 ekor ayam pedaging dan 12-14 ekor ayam petelur grower pullet per m2nya. Contohnya pembangunan kandang yang akan dibuat berukuran 25 x 7 m. Berdasarkan standar kepadatan tadi, maka pada kandang ukuran tersebut luas kandang = 175 m2, idealnya diisi dengan 1050-1400 ekor ayam pedaging, atau 2100-2450 ekor ayam petelur. Memilih tipe kandang Tipe kandang pada dasarnya dapat dibedakan berdasarkan beberapa faktor, yaitu konstruksi, penempatan ayam dalam kandang, dan fase pemeliharaan ayam. Berdasarkan konstruksinya, terdiri dari Memilih Tipe Kandang Tipe kandang pada dasarnya dapat dibedakan berdasarkan beberapa faktor, yaitu konstruksi, penempatan ayam dalam kandang, dan fase pemeliharaan ayam. Berdasarkan konstruksinya, terdiri dari Konstruksi atap Berdasarkan konstruksi atapnya, kandang dibagi menjadi beberapa tipe yaitu Berbagai tipe dan bentuk atap di atas ikut mempengaruhi lancar tidaknya sirkulasi udara dalam kandang. Untuk ayam pedaging dan petelur komersial modern yang dipelihara di daerah tropis, sebaiknya peternak memilih tipe atap monitor karena mempunyai kecepatan sirkulasi udara lebih tinggi. Konstruksi dinding Jenis kandang berdasarkan konstruksi dinding dapat dibedakan menjadi kandang terbuka open house, kandang semi tertutup semi closed house dan kandang tertutup closed house. Kandang sistem terbuka merupakan kandang yang dindingnya terbuka biasanya terbuat dari kayu atau bambu. Kandang tipeclosed house merupakan kandang dengan dinding tertutup dan biasanya terbuat dari bahan-bahan permanen dan dengan sentuhan teknologi tinggi sehingga biaya pembuatannya tidak murah. Sedangkan kandang semi closed house adalah gabungan dari sistem open house dan closed house. Dinding kandang tipe ini ditutupi oleh tirai yang bisa dibuka, akan tetapi sudah menggunakan bahan-bahan permanen dan peralatan berteknologi modern. Menentukan Layout Tata Letak Kandang Idealnya, dalam suatu peternakan, calon peternak tidak hanya mendirikan kandang saja. Namun perlu dilengkapi dengan pos jaga, tempat parkir, kantor, gudang ransum, mess pegawai, dan bangunan pendukung lainnya. Penentuan letak atau posisi kandang maupun bangunan pendukung tersebut hendaknya dilakukan secara baik. Tujuannya agar alur distribusi ayam, personal manusia, ransum maupun peralatan bisa berjalan efektif. Tata letak ini juga merupakan bagian dari biosecurity biosecuritykonseptual, karena bisa berperan menekan rantai penularan penyakit. Sangat disarankan di satu lokasi peternakan mengaplikasikan sistem one age farming atau all in all out dalam 1 lokasi peternakan hanya terdiri dari 1 jenis ayam dengan umur danstrain yang sama, karena lebih memudahkan dalam monitoringpemeliharaan ternak secara seragam. Selain itu kemungkinan terjadinya penularan penyakit akibat variasi umur ternak juga lebih kecil. Namun jika peternak terpaksa tidak bisa menerapkan sistem pemeliharaan all in all out, maka jarak kedatangan antar DOC sebaiknya jangan terlalu lama kurang dari 1 minggu. Jika waktu tersebut tidak dapat dipenuhi maka saat chick in perlu memperhatikan beberapa hal berikut DOC yang berbeda umur atau waktu kedatangan jangan dipelihara dalam kandang brooder indukan yang sama. Jarak antar kandang ayam yang berbeda umur sebaiknya minimal 7 m 1 x lebar kandang. Arus distribusi personal maupun peralatan antar kandang dengan umur dan jenis ayam yang berbeda dibatasi, terutama pada saat masa DOC starter dan apabila terjadi out break penyakit. Jadwal monitoring sebaiknya dimulai dari ayam umur muda ke ayam berumur lebih tua dewasa. Lakukan program desinfeksi secara rutin pada masing-masing kandang dengan menggunakan Antisep, Neo Antisep, Medisep, atau Zaldes. Program vaksinasi dibuat sama untuk semua kandang ayam. Bangunan dan Struktur Kandang yang Baik Konstruksi kandang yang baik rata-rata bisa bertahan 10 – 20 tahun. Prinsipnya, kandang harus dibuat dari bahan yang kuat dan tahan lama. Untuk bagian tiangnya bisa memakai balok kayu. Untuk penyangga atapnya bisa dari bilah bambu atau kayu. Sedangkan dindingnya bisa memakai anyaman bilah bambu atau kawat kasa. Untuk sekat-sekat kandangnya bisa memakai bilah bambu, lembaran seng, atau lembaran triplek. Sedangkan beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait struktur kandang yang baik, di antaranya 1. Lebar kandang Lebar kandang terbuka sebaiknya tidak lebih dari 7 m agar sirkulasi udara optimal. Jika lebih dari 7 m sebaiknya ditambahkan atap monitor maupun fan atau blower di tengah kandang. Jarak antar kandang minimal 1 x lebar kandang dan usahakan di antara kandang itu tidak terdapat tanaman yang bisa mengganggu sirkulasi udara. 2. Tinggi lantai Ketinggian lantai idealnya ≥ 1,5 m sehingga sirkulasi udara baik dan mempermudah proses pembersihan serta desinfeksi kandang. 3. Atap Ada 3 hal yang perlu diperhatikan terkait atap ini. Pertama, bahan yang digunakan. Umumnya atap kandang menggunakan genting, alumunium, asbes atau seng. Pemilihan bahan atap ini hendaknya memperhatikan suhu lingkungan, ketahanan dan biaya. Penggunaan atap dari seng menjadi kurang efektif untuk daerah dengan suhu panas karena bisa memicu heat stress stres panas. Kedua, derajat kemiringan dan jarak atap dengan lantai kandang. Kemiringan atap yang direkomendasikan ialah 30-35o. Ketiga, jarak atap dan lantai kandang yang optimal ialah 2,5 – 3 m. Demikian informasi terkait perencanaan pembangunan kandang yang dapat kami berikan. Kandang merupakan tempat tinggal ayam dalam melakukan semua aktivitasnya. Mulai dengan makan, minum, dan tentu saja tumbuh maupun menghasilkan telur. Untuk itu, kita sebagai calon peternak perlu memperhatikan kenyamanan kandang dengan merencanakan pembangunan kandang yang baik. Semoga bermanfaat. Permintaan terhadap produk peternakan ayam pedaging terus meningkat setiap tahun seiring bertambahnya penduduk serta kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi protein hewani sebagai sumber pangan yang bergizi. Di tahun 2020, konsumsi daging ayam di Indonesia mencapai 7,9 kilogram per kapita atau sekitar 3,5 juta ton per tahunnya. Diperkirakan peningkatan akan terus terjadi hingga 9,32 kilogram per kapita pada tahun 2029. Kondisi tersebut dianggap sangat potensial bagi industri peternakan ayam ras di Indonesia, bahkan beberapa perusahaan poultry di Indonesia mencatatkan laba bersih pada Maret 2021 yang meroket hingga 10% daripada periode sebelumnya. Dibandingkan dengan jenis daging lainnya, daging ayam paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena harganya yang relatif murah. Masa panen dan pemeliharaan yang hanya memakan waktu sekitar 5-7 minggu saja membuat bisnis peternakan ayam sangat diminati karena menghasilkan perputaran modal yang cepat. Dalam melaksanakan bisnis peternakan ayam modern, kandang adalah faktor terpenting dalam aspek pemeliharaan ayam broiler. Seiring dengan perkembangan teknologi di bidang usaha ternak, banyak peternak beralih ke sistem kandang modern closed house yang memanfaatkan IoT internet of things yang dilengkapi dengan sensor suhu, kelembaban, oksigen, dan aktivitas budidaya. Beberapa kelebihan dari sistem kandang closed house diantaranya Memudahkan pengawasan tenaga kerja Kondisi udara lebih sehat karena lebih banyak kandungan oksigen. Gas-gas berbahaya seperti karbon dioksida dan amonia secara otomatis terbuang ke luar Meminimalisir ayam menjadi stress karena suhu dan kelembaban udara dapat diatur secara otomatis. Iklan Salah satu contoh peternakan ayam modern closed house adalah Peternakan Ayam Pedaging Chickin Indonesia yang terletak di Kebonharjo, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Kandang Closed House Chickin Indonesia Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, saat ini Chickin Indonesia memiliki 9 flok kandang closed house di Klaten dengan total kapasitas maksimal mencapai ekor. Terintegrasi dengan IoT menggunakan MCC micro climate controller, para peternak dapat mengatur baik suhu ataupun kelembaban secara otomatis sesuai dengan umur ayam dan mengaturnya secara manual dengan aplikasi Chickin Indonesia yang ada di Playstore. Selain Chickin Indonesia, saat ini terdapat pula beberapa perusahaan atau universitas yang telah mengimplementasikan teknologi peternakan modern ini seperti, Research Farm UGM dan Japfa dan Teaching Factory IPB University. Jadi, diharapkan konsep peternakan modern ini juga semakin berkembang di berbagai wilayah Indonesia untuk meningkatkan kualitas ayam dengan efisiensi dan efektivitas yang lebih baik. Pentingnya Analisa Bisnis Peternakan Ayam Modern Analisa sangat penting dilakukan untuk mempersiapkan kebutuhan biaya demi kelancaran bisnis peternakan ayam berbasis kandang modern closed house. Dalam melakukan analisa bisnis, komponen biaya dikelompokan menjadi dua bagian yaitu biaya investasi dan biaya produksi. Setelah menghitung kedua komponen biaya tersebut, selanjutnya menghitung total biaya penjualan. Dari data tersebut dapat diukur besaran keuntungan, kerugian, hingga proyeksi untuk melakukan ekspansi melalui rencana penambahan jumlah bibit ataupun kandang. Biaya Investasi Kandang Closed House Biaya investasi adalah biaya yang harus dikeluarkan pada awal usaha untuk kebutuhan proses produksi dalam menjalankan bisnis. Hal ini menyangkut aset investasi dan modal seperti pabrik, bangunan, kendaraan, dan peralatan dengan jumlah yang cukup besar. Berikut merupakan perhitungan rincian modal investasi untuk membudidayakan ayam dengan kapasitas ekor Keperluan Kebutuhan Nominal Tanah m2 Kandang 1 Tempat Pakan dan Minum 20 buah Paralon 375 m Feeder Semi Otomatis 6 Nipple 2000 Terpal 1000 m Cooling Pad 100 lembar Tandon Air beserta instalasi 1 unit Perlengkapan Mesin exhaust fan, genset, mesin pakan, mesin vertikal, mesin horizontal, timbangan duduk, dan mesin pencampur obat 1 – 2 unit Bangunan Gudang Pakan, dan Penyimpanan 1 TOTAL Biaya Produksi Biaya produksi merupakan biaya tetap yang dikeluarkan oleh peternakan untuk operasional kandang yang secara kontinyu dalam menjalankan bisnis seperti membeli bibit dan pakan, hingga menggaji pekerja di kandang. Dalam biaya produksi juga ada biaya penyusutan kandang dan peralatan. Umumnya kandang dan peralatan hanya memiliki jangka waktu pemakaian sekitar 3 - 10 tahun sehingga perlu untuk diperhitungkan untuk perawatan dan pembelian alat terbaru kedepannya. Berikut merupakan perhitungan rincian biaya produksi untuk budidaya ayam pedaging dengan kapasitas ekor Biaya Penyusutan Jumlah Kandang Paralon Feeder Semi Otomatis Nipple Terpal Cooling Pad Tandon Air Perlengkapan Mesin Bangunan Gudang Pakan dan Penyimpanan Gaji Tenaga Kerja Supervisor dan Dokter Hewan Pegawai Kandang Sewa Tanah PBB Bunga Modal TOTAL BIAYA TETAP Biaya Tidak Tetap Jumlah Pakan Listrik Vaksin & Obat Biaya Perbaikan Biaya Pemasaran TOTAL BIAYA TIDAK TETAP TOTAL BIAYA PRODUKSI Jika dijumlahkan maka total biaya produksi untuk kandang tertutup berbasis IoT internet of things yang dilengkapi dengan Micro Climate Controller sekitar 7,2 miliar. Biaya terbesar terletak pada biaya pakan ayam. Banyaknya peralatan pada closed house berbasis IoT juga membuat biaya perawatan dan perbaikan lebih mahal jika dibandingkan dengan kandang biasa. Estimasi Keuntungan Peternakan Ayam Modern Dari 40 ribu ekor ayam, biasanya ayam yang berhasil dipanen hanya 97% nya saja atau sekitar ekor. Jika menggunakan asumsi bahwa setiap ayam memiliki berat rata-rata sekitar 2 kilogram per ekornya dengan harga jual sebesar Rp. per kilogram. Maka, hasil penjualan sekali panen yakni sekitar dikalikan dengan kilogram berat ekor x 2 kg maka jumlah penjualan yang didapatkan sekitar Rp. per periode panen. Sehingga untuk menghitung rumus laba bersih adalah sebagai berikut Hasil Penjualan - Modal Usaha = Keuntungan Bersih Rp. - Rp = Rp. Estimasi keuntungan bersih yang diperoleh dari usaha ternak ayam potong 40 ribu ekor dalam sekali panen mencapai 1 Miliar rupiah per panen dengan jangka waktu kurang lebih sekitar 3 bulan. Namun perlu diingat bahwa perhitungan yang dilakukan kali ini sifatnya masih kasar, tidak mempertimbangkan unsur-unsur lebih detail yang umumnya biasa dilakukan dalam melakukan analisis finansial. Kelebihan Berbisnis Peternakan Ayam Modern dengan Kandang Closed House Manajemen perkandangan cerdas berbasis IoT internet of things dan AI Support akan memudahkan para peternak menghasilkan budidaya yang lebih optimal dan efisien. Pengembangan AI dan IoT dalam bentuk micro climate controller MCC di dalam kandang closed house membuat para peternak tidak usah khawatir lagi terkait masalah kelembaban udara dan suhu di dalam kandang, karena semua bisa diatur melalui Chickin App yang tersambung langsung ke smartphone para peternak. IoT juga memungkinkan terjadinya budidaya jarak jauh, cocok untuk para investor karena mempermudah proses kontrol kandang. Dengan hadirnya IoT dan Micro Climate Controller, tingkat mortalitas pada ayam akan rendah, serta kualitas produksi semakin meningkat. Ikuti tulisan menarik Media Chickin Indonesia lainnya di sini. NewsAyam modern merupakan ayam yang dibekali dengan potensi genetik yang mumpuni berupa cepatnya pertumbuhan dan tingkat efisiensi yang di balik keunggulan ayam modern tersebut memerlukan perhatian khusus akan kondisi tubuhnya,yaitu kerentanan terhadap cuaca panas seperti pada musim kemarau. Oleh sebab itu, memasuki musim kemarau, para peternak perlu meningkatkan kewaspadaannya. Bahwa musim kemarau di Indonesia cukup unik, yaitu walaupun siang itu temperatur udara cenderung tinggi, namun malamnya terkadang suhu udara turun dan disertai hujan. Meskipun kondisi tersebut di setiap daerah memang berbeda. Kondisi yang berbeda di tiap daerah ini penting karena pada saat kondisi sangat panas sekali kemudian masih disertai hujan, akan memberikan pengaruh kepada kondisi broiler. Variasi pola cuaca di Indonesia yang berbeda tersebut memerlukan tata laksana atau manajemen pemeliharaan yang harus menyesuaikan kondisi perubahan lingkungan tersebut. Tantangan peternak yang tinggal di daerah dengan curah hujan tinggi memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan peternak yang tinggal di curah hujan Broiler modern saat ini yaitu akselerasi pertumbuhannya yang terbilang tinggi menjadikan tingkat stres tubuhnya tinggi, atau mengalami kenaikan 10 kali lipat jumlah hormon kortisol, yaitu homon stress, dalam kurun waktu lima tersebut menandakan bahwa dalam tubuh broiler sudah ada faktor stres yang muncul yang berdampak pada bagaimana broiler menyesuaikan diri terhadap keadaan yang ada. Kerentanan ayam modern terhadap stres. Rentannya ayam terhadap kondisi panas disebabkan karena ayam tidak memiliki kelenjar keringat dan ayam memiliki lemak yang tebal dibawah kulit sehingga terjadi retensi panasi oleh lemak tersebut. tidak mudah bagi ayam untuk mengeluarkan panas dari tubuhnya, sehingga pengeluaran panas bagi ayam perlu mekanisme lain. Tito menyebutkan bahwa dalam pemeliharaan, usaha untuk mencapai suhu thermoneutral diperlukan untuk memberikan kondisi nyaman bagi ayam agar dapat makan dan minum dengan baik. Kondisi yang terlalu panas dapat menimbulkan heat stress pada ayam. Kondisi yang terlalu panas menimbulkan perubahan perilaku pada ayam. Jika suhu lingkungan lebih dari 38 derajat celcius, maka suhu tubuh ayam dapat mencapai 45 derajat celcius akibat ayam kesulitan untuk mengelurkan panas. Hal itu dapat menimbulkan kerusakan organ pada pertanyaan lebih lanjut bisa menghubungi Instagram Facebook Tiktok anselljaya?lang=id-IDDan Customer Service PT Ansell Jaya resmi PT Ansell Jaya Indonesia , Perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia alat peternakan ayam dengan teknologi modern. Share this Baca Juga

model kandang ayam broiler modern